Perbedaan Orang Biasa dan Peminat Hidup Rohani

Mereka yang menempuh jalan spiritual harus memperhatikan perbedaan antara kelakuan orang kebayakan dan peminat kehidupan rohani. Orang biasa tidak memiliki daya tahan atau ketabahan, tetapi ia sombong. Ia penuh dengan hawa nafsu dan keinginan yang berhubungan dengan dunia dan dalam hal itu ia berusaha memperoleh kepuasan hidup.

Manusia spiritual adalah mereka yang selalu merenungkan kemulian Tuhan dengan tiada putusnya bagaikan gelombang samudra. Ia mengumpulkan harta keseimbangan batin dan cinta yang sama bagi semua makhluk. Ia puas dalam keyakinan bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan dan tidak ada apapun juga yang merupakan miliknya.

Tidak seperti orang kebanyakan, mereka yang menempuh kehidupan spiritual tidak mudah menyerah bila mengalami kesedihan, kerugian, perubahan-perubahan yang tidak terduga, kemarahan, kebencian atau egoisme, lapar atau haus. Semuanya itu selalu dibawa kepada permenungan yang tiada putusnya pada Tuhan.

Sebaliknya, bertengkar mengenai ha-hal yang sepele, lekas kehilangan kesabaran, merasa sedih karena kekecewaan-kekecewaan kecil, menjadi marah karena terhina sedikit saja, cemas karena lapar dan haus, hal-hal tersebut bukanlah sifat khas seorang peminat kehidupan rohani. Beras tidak sama dengan nasi. Beras yang keras menjadi lunak setelah dimasak. Sejumlah orang seperti beras yang sudah dimasak (nasi); bersifat lembut, manis, menyenangkan dan tidak berbahaya. Sebagian seperti beras yang mentah; keras, angkuh dan penuh kekaburan batin. Sudah jelas, kedua jenis manusia ini adalah manusia yang berjiwa. Mereka yang tenggelam dalam khayal lahiriah dan kebodohan sifat-sifat duniawi adalah orang biasa. Sedangkan mereka yang tenggelam dalam hasrat untuk memperoleh pengetahuan sejati tentang Tuhan adalah para peminat kehidupan rohani.

Sumber : Dikutip dan diringkas Tabloid MEKAR No. 80 – Maret 2010

 

Recent Entries

  • REFERENSI

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *