Kesaksian Pasutri Lies – Talieb

PENGALAMAN  KAMI  MENGIKUTI RETRET “SEMAKIN TUA SEMAKIN MANIS”.
TALIEB :

Saya sudah cukup lama mendengar retret Semakin Tua Semakin Manis ini yang katanya dibawakan oleh Romo Haryoto, SCJ. dengan bagus sekali. Lebih-lebih kami berdua mengenal pasutri Yustin*Budiman yang menjadi “motor” dari retret ini dan cukup sering bertemu waktu kami berdua sedang bertugas melayani muda-mudi yang sedang berpacaran serius dalam program DISCOVERY. Tentunya muncul keinginan dalam diri saya untuk suatu waktu mengikuti retret yang bagus ini, yang juga dipromosikan oleh pasutri Tatik*Kosasih yang pernah terlibat dalam kepanitiaan dan juga bersama kami melayani program Discovery.

Saya tidak menyangka sama sekali, diawal bulan Juni yang lalu, suatu pagi Lies mengajak untuk mengikuti retret STSM tanggal 4-6 Juni 2010, sedangkan kami berdua harus memenuhi janji ke dokter di Bandung tanggal 4-5 Juni 2010. Spontan saya katakan pada Lies, bahwa kita tidak mungkin bisa mengikuti retret kali ini, karena saya tidak mungkin menggeser janji dengan dokter di Bandung itu, mengingat ketatnya jadual dokter tersebut.

Setelah Lies menunda keikut-sertaan kami, saya seolah mendapat pencerahan, saya coba menghubungi dokter di Bandung, dengan mencari kemungkinan janji kami digeser maju, menjadi tanggal 3-4 Juni, ternyata saya mendapatkannya dan menurut perhitungan saya, kami berdua akan tiba di Cipayung sekitar jam 5 sore hari Jumat tanggal 4 Juni langsung dari Bandung, disambut oleh pasutri Yustin & Budiman.

Inilah pergumulan saya, ternyata Puji Tuhan, kami tiba dengan selamat tepat jam 5 sore di Cipayung dan ternyata kami bukanlah peserta yang terakhir yang terlambat. Saya senang, lega dan puas oleh Kasih Karunia Tuhan yang dilimpahkanNya kepada kami berdua.

LIES :   

Sebenarnya saya sangat ingin mengikuti retret ini, karena waktunya pas ada yang kosong, mengingat untuk mengatur waktu bagi kami cukup sulit, dengan banyaknya macam2 kegiatan.

Pada awalnya saya menilai jadual retret ini tidak terlalu cocok bagi kami, karena minggu sebelumnya kami baru saja mengikuti retret PSIKOGENETIK, mengenai “8 tahap kehidupan manusia” yang dibawakan oleh Romo Jeremias Bala Pito Duan, MSF. Didalam retret ini kami mendapat kesempatan untuk mengalami sampai dimana perjalanan hidup kami, serta karya pelayanan kami, dengan dilatar belakangi oleh pengalaman masa kecil dalam keluarga. Pengalaman yang sungguh indah.

Dan mengingat bulan Juni adalah genap 40 tahun perkawinan kami, maka saya ingin melengkapi perayaan syukur ini dengan mengikuti retret SEMAKIN TUA SEMAKIN MANIS ini, karena saya yakin ada sesuatu yang menarik dalam retret ini, untuk melengkapi EVALUASI PERKAWINAN kami selama 40 tahun, apa yang telah kami alami dan kami jalani selama perjalanan relasi kami selama ini.

Memang waktunya kurang cocok, mengingat, kami ada acara penting di Bandung, sehingga waktunya sangat mepet. Tapi setelah kami bicarakan, akhirnya Talieb setuju, untuk mengatur waktu yang mepet itu, supaya pas sampai di tempat retret. SYUKUR KEPADA TUHAN, semuanya dapat berjalan lancar dan kami dapat sampai tepat pada waktunya. Tuhan sungguh memberkati niat dan harapan kami.

TALIEB :

Dari pembukaan, saya sudah tertarik dengan cara Romo Haryoto membawakan acara demi acara dengan mantap, namun santai sekali, diselingi dengan pemandu acara sekaligus singer yang juga tampil prima. Hal ini membuat saya betah dan antusias terlibat dalam semua acara.

Senang berkenalan dengan Romo Haryoto, dengan gayanya yang santai, namun penuh wibawa dan saya sangat kagum mengetahui bahwa Romo berpuasa penuh selama memberikan retret ini.

Sayapun terkejut ketika Romo memberikan pesan2 untuk terus melayani Tuhan, ternyata Romo mengetahui segala pelayanan yang kami lakukan. Waktu itu sangat terasa sebagai peneguhan bagi diri saya dan kami, untuk terus melayani Tuhan melalui Gerakan Marriage Encounter dan program Discovery.

LIES :

Suatu pengalaman yang unik, kami bisa menjadi peserta retret, dimana perhatian kami berpusat kepada pasangan, sangat cocok bagi kami dalam menyambut kenangan indah memperingati 40 tahun perkawinan kami. Selain kami melakukan re-evaluasi relasi kami, kami mempunyai kesempatan untuk melihat kebaikan2 pasangan selama ini, sehingga menjadi Topik kami berdua untuk dapat saling memuji dan mengagumi. Disinilah saya dapat lebih mencintai Talieb dan bersyukur mempunyai pasangan yang baik. Karena, ketika kami melihat kekurangan pasangan, hal yang manusiawi, tidak ada manusia yang sempurna. Namun, menurut pengalaman kami, dengan memperhatikan hal2 positif pasangan, kami dapat tumbuh dan berkembang dalam hal2 yang positif, karena kami dapat saling meneguhkan.

Namun, tidak kalah pentingnya mengoreksi kesalahan2 yang telah kami lakukan sebagai pasangan, dimana hal ini merupakan salah satu atau beberapa kelemahan kami, namun dalam retret ini kami mendapat kesempatan untuk dapat saling mengampuni, yaitu dalam acara Pembasuhan kaki, dimana Romo sebagai wakil Kristus bersedia mengampuni dan menerima segala kelemahan2 kami, dengan penuh kerendahan hati, saya benar2 sangat malu dan tersentuh, karena seringkali saya sulit untuk mengampuni pasanganku.

Dalam acara ini pula, kami mendapat kesempatan untuk meminta maaf kepada anak2 kami, yang diwakili oleh para remaja yang hadir waktu itu, dimana ada kemungkinan merekapun merasa terluka dengan tingkah polaku terhadap mereka, apalagi ketika relasi kami berdua masih amburadul. Setelah melalui acara ini, saya sungguh merasa lega.

Acara Pemberkatan SAKRAMEN MAHAKUDUS memberi peneguhan akan pelayanan kami berdua dalam Program Discovery, terimakasih Romo.

TALIEB :

Dari seluruh sesi-sesi yang menarik, saya terkesan dengan beberapa hal, pertama saya sangat kagum kepada para pasutri tim yang dengan polos dan berani memberikan diri mereka dalam sharing pengalaman relasi mereka, biarpun terasa sangat berat dalam penyampaiannya. Sharing-sharing para tim sangat menyentuh diri saya, seolah “cermin” bagi diri saya, untuk melihat jauh kedalam diri dan relasi kami berdua.

Sesi Rekonsiliasi, sangat menyentuh dan memberikan kesempatan bagi saya untuk memohon ampun kepada Tuhan lewat Romo. Juga suatu kesempatan bagi saya untuk meminta maaf dan ampun kepada Lies pasangan saya, yang selama ini banyak saya buat kecewa dan terluka. Dan secara khusus dan unik sayapun lega dapat meminta maaf kepada anak-anak kami yang telah saya lukai melalui rekan-rekan muda-mudi yang menyediakan diri mereka untuk mewakili anak-anak kami.

LIES :

Saya sungguh berterimakasih kepada seluruh panitia, baik yang berbagi dalam pengalaman yang sangat berat, tapi ternyata Yesus sendiri yang telah menyelamatkan anda semua dan sekarang Anda semua dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menyentuh kami semua para peserta. Demikian juga para pasutri dan para remaja, yang menunjukkan kebolehannya dengan suara emasnya, yang  dengan rela melayani kami semua, kami sangat sungguh KAGUM, talenta anda yang diberikan Tuhan tidak sia2. Anda semua HEBAT LUAR BIASA.

Semoga Tuhan Yesus memberkati pelayanan ANDA semua, PROFICIAT KEPADA ROMO HARYOTO, YESUS SUNGGUH2 HADIR DALAM KEHIDUPAN ROMO. KAMI BERDUA SANGAT KAGUM AKAN PELAYANAN ROMO,

TALIEB :

Terima kasih atas retret STSM yang membuat saya sadar lagi dari kekurangan saya, terutama terhadap Lies pasangan saya, yang tidak banyak lagi waktu bagi kami berdua untuk terus ber-relasi. Kami kagum terhadap pasutri Yustin & Budiman yang mau melayani tanpa pamrih, begitu pula para tim pasutri lainnya, terutama Romo Haryoto, teruskanlah pelayanan Anda semua, karena masih banyak pasutri yang membutuhkan sentuhan-sentuhan Anda semua.

Tagged with:
 

Recent Entries

  • REFERENSI

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *