Surat Dari Makassar, Kesaksian Peserta Retret Pasutri Ching Ching – Jeffry

Salam damai dalam kasih Kristus,

Sehubungan dengan retret STSM ke-4 di KAMS (Keuskupan Agung Makassar) baru2 ini dan juga retret ke-1 s/d ke-3,  kami mendengar banyak pujian dari peserta karena mereka merasa tersentuh, terbuka pikirannya, hatinya dan terutama juga karena mereka menyadari bahwa betapa besar kasih Tuhan kpd mereka yang diwujudkan oleh kerelaan/kerendahan hati Yesus untuk membasuh (baca : mengampuni) mereka. Hal ini membuat mereka merasa tidak layak apabila Yesus, yang Allah, saja rela merendahkan diri untuk mengampuni mereka, apatah mereka sehingga mereka tidak mau mengampuni sesama mereka ? terlebih lagi kepada manusia yang terdekat dengan mereka (suami/istri, anak/ortu, menantu/mertua) ?
Oleh karena itu, dalam retret STSM ini, mereka rela dengan tulus melakukan pemulihan / rekonsiliasi antara suami dan istri, anak/menantu dan orang tua/mertua (ada yg melalui figur pengganti, tapi ada juga yg riil karena bersama-sama ortu/mertua ikut retret).

Dalam retret ke-4 ini, ada sharing dari pasutri Enny-Eko yang mengungkapkan betapa buruknya relasi mereka bahkan sudah  sampai ke tahap sidang perceraian di pengadilan. Sambil menunggu proses pengadilan, syukur mereka berdua bersedia untuk ikut retret ini, walaupun mereka tiba di lokasi retret pada hari Jumat jam 23.00 ! (mungkin terjadi perdebatan / ketidaksetujuan untuk mengikuti retret, di tengah perjalanan mereka ke tempat retret). Dan puji Tuhan, dalam retret ini mereka mau saling mengampuni dan memulihkan relasi mereka.

Oleh pak Budiman, mereka diminta untuk menulis secara singkat sharing mereka tersebut untuk dimuat di website ini. Dan oleh karena itu, saya menjadi teringat juga kepada pasutri lain, Ching2-Jeffry, yang walaupun tidak ikut sharing dalam retret, namun mereka sharing melalui tulisan mereka di dalam Warta Paroki Santo Fransiskus Asisi yang saya kutip (dgn seijin mereka) sbb :

                                                      “SEMAKIN TUA SEMAKIN MANIS”

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Jika Tuhan mengatakan “YA”, maka kita akan mendapatkan apa yang kita MINTA.
2. Apabila Tuhan mengatakan “TIDAK”, maka kita akan mendapatkan YANG LEBIH BAIK.
3. Apabila Tuhan mengatakan “TUNGGU”, maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak-Nya.
“Tuhan tidak pernah TERLAMBAT. Dia juga tidak TERGESA-GESA, namun Dia TEPAT WAKTU. ”

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan, karena atas izin dan berkat-Nya, di ulang tahun perkawinan kami yang ke-13 (15/09/1997 – 15/09/2010) kami boleh mengikuti retret pasutri “Semakin Tua Semakin Manis” Angkatan ke-4, tanggal 17-19 September 2010 di Malino.
Mungkin betul kata pepatah, “Tak kenal, maka tak sayang”. Pada awalnya kami enggan untuk mengikuti retret ini dan berpikir “apa gunanya ikut retret macam ini ?”. hanya buang buang waktu dan uang saja. Kamipun ikut karena ajakan dari teman dan sulit untuk kami tolak (he..he..he..:p). Tapi ini sudah jalan dari Tuhan bahwa kami harus ikut retret ini, dan kami sangat berterima kasih untuk teman yang telah mengajak kami. Tuhan memberkati kalian !
Pada kesempatan ini, izinkanlah kami membagi sedikit pengalaman kami setelah ikut retret ini. Kami merasa bersalah kalau berkat yang luar biasa ini, tidak kami bagikan juga kepada pasutri-pasutri yang lain.

Setelah sekian tahun menikah, mungkin kita merasa bahwa perkawinan kita itu “baik-baik” saja dan tidak ada hal-hal yang harus kita perbaiki untuk mendapatkan suatu kehidupan perkawinan yang lebih baik dan lebih indah. Kalaupun ada masalah atau satu kejadian yang membuat kita sakit dan terluka, kita mungkin hanya menjalaninya saja dengan pemikiran : “ya sudahlah, mau diapakan lagi ?” jalani saja walaupun kita saling menyakiti satu sama lain tanpa kita sadari. Tapi ternyata sikap kita yang cuek dan tidak peduli ini, SALAH BESAR !

Memang dalam kacamata kita sebagai manusia biasa, untuk bisa saling memaafkan atau mengampuni kesalahan orang lain itu sangatlah susah, bahkan super susah. Apalagi kalau orang yang menyakiti kita adalah orang yang kita cintai. Namun kasih Tuhan kepada kita sungguh luar biasa, sehingga untuk menebus dosa-dosa kita saja, Dia telah mengorbankan Putera tunggal-Nya untuk mati di kayu salib demi kita. Jadi siapakah kita ini, sampai tidak bisa untuk saling memaafkan ? Setelah mengikuti retret ini, pemikiran kita dibuka, bahwa semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya, namun jangan mengharapkan jalan keluar yang instant atau langsung, semua perlu proses dan waktu, karena setelah jalan keluar itu kita dapatkan, barulah kita menyadari bahwa Tuhan membuat semuanya indah pada waktunya.

Kami mendengarkan sharing yang luar biasa indahnya dari team pasutri Jakarta, bagaimana jatuh bangunnya mereka dalam berusaha mempertahankan perkawinan mereka dulu. Tapi ternyata, memang harus ada kesulitan yang harus mereka lalui untuk membuat perkawinan mereka semakin kokoh dan indah. Sekarang hidup mereka semakin indah dengan menjadi pelayan Tuhan sebagai Team pendamping pasutri di retret STSM. Dalam retret ini kita diajarkan untuk lebih bisa mempunyai sisi pandang positif bagi semua permasalahan yang kita alami. Tidak mudah memang dan biasanya teori lebih gampang dari prakteknya. Hanya saja, jika kita tidak pernah mau untuk mencoba, maka hidup kita ini tidak akan mempunyai arti dan makna.

Jadi, teman-teman pasutri lain yang dikasihi Tuhan, ayo luangkanlah sedikit saja waktu kalian untuk mengikuti retret ini yang akan datang. Karena tidak bakalan menyesal, malahan kita akan memperoleh berkat dan karunia penyembuhan rohani yang luar biasa untuk membuat relasi perkawinan kita menjadi semakin indah. Walaupun nanti kendalanya adalah masalah waktu dan terutama biaya, tapi sepanjang kita memang ada niat untuk ikut serta dan terus berdoa, segalanya pasti dimungkinkan oleh Bapa di surga. Amin ! Tuhan memberkati kita semua…
Itulah sharing dari pasutri Ching2-Jeffry, siapa tahu team Jakarta menganggap perlu atau cukup bagus untuk dimuat, it’s up to you. GBU.

Syaloom
Iwan – Jurico

Tagged with:
 

Recent Entries

  • REFERENSI

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *