SEJARAH STSM

SEKILAS SEJARAH

Retret Pasutri “ SEMAKIN TUA SEMAKIN MANIS ”  (STSM)

Berawal ketika Romo Y. Haryoto, SCJ. bertemu kembali dengan Pasutri Budiman-Yustin setelah berpisah sekian lama dan beliau berkenan untuk mempersembahkan Misa Hari Ulang Tahun Perkawinan Budiman-Yustin pada akhir tahun 2003. Saat itu beliau menawarkan diri untuk memberi retret pasutri kepada Budiman-Yustin dan disambut baik. Meskipun kurang mendapat respons dari  teman 2 yang lain, bahkan saat itu Budiman sendiri kurang mendukung namun dengan gigih dan nekad Yustin berhasil mengumpulkan peserta sebanyak 7 (tujuh) pasang sehingga lahirlah Retret Pasutri “STSM” yang pertama pada bulan Maret 2004 dimana disamping sebagai peserta Budiman-Yustin juga merangkiap sebagai Panitia. Selesai retret semua tersentuh dan Budiman-Yustin mengusulkan kepada Romo Haryoto agar pengalaman akan kasih Allah yang menyembuhkan relasi mereka dapat dibagikan kepada pasutri-pasutri lain dan Romo pun menyambut baik maka terselenggaralah retret-retret berikutnya sebanyak 3 kali pada tahun 2004, 3 kali pada tahun 2005. Tahun 2006 hanya sempat 2 kali kemudian terhenti karena Yustin sakit.

Ternyata Retret Pasutri “STSM” tidak hanya berkembang di Jakarta, tahun 2005 Rm. Haryoto dan Budiman-Yustin berhasil membidani lahirnya Retret Pasutri “STSM” di Palembang dan menyusul tahun 2006 di Lampung dan dikedua tempat tersebut terbentuk Team sendiri. Sepanjang tahun 2007 di Jakarta tidak ada kegiatan sama sekali karena sakitnya Yustin dan sepertinya Retret Pasutri “STSM” tidak akan berlanjut, namun Tuhan berkehendak lain karena banyak yang menginginkan Retret ini untuk terus diadakan. Atas dukungan dari salah satu pasutri Team, yaitu Irwan-Tuti, maka meskipun masih lemah akibat chemotherapy akhirnya Yustin bangkit terpanggil untuk mulai pelayanan lagi dan Retret lagi pada bulan Januari 2008.

Sejak itu retret semakin berkembang dan semakin banyak permintaan sehingga pada tahun 2009 untuk Jakarta diadakan 4 kali dan diminta oleh Komisi Keluarga Keuskupan Agung Makasar sebanyak 2 kali di Malino sehingga pada bulan Juni 2009 juga telah terbentuk Team “STSM” Makassar. Romo Haryoto mempunyai prinsip agar Retret ini jangan hanya untuk orang kota saja, tapi juga untuk mereka orang2 sederhana dipelosok daerah sehingga retret ini pun sudah diselenggarakan di Tugu Mulyo, Karang Pulo (keduanya di Bengkulu), Singkut (Jambi), Kotabumi (Lampung) dan terakhir “STSM” juga diminta oleh Komisi Keluarga Keuskupan Agung Makassar untuk melayani umat di Tana Toraja.


Tujuan dari Retret Pasutri “STSM” adalah untuk membangun relasi suami-istri dan keluarga dengan Iman dan Kasih Kristus, yaitu dengan cara mengajak, membimbing peserta retret untuk dapat merasakan kehadiran Tuhan sehingga tidak mustahil mukjizat penyembuhan terjadi, terutama penyembuhan relasi berupa pengampunan dan pertobatan sehingga terjadi rekonsiliasi diantara pasangan dan orang tua dengan anak atau sebaliknya.

 
Bukan sesuatu yang mengherankan kalau yang sudah rencana untuk cerai membatalkan niatnya dan yang sudah pisah rumah cukup lama akhirnya bersatu kembali.

Metode yang digunakan  adalah penggabungan antara Karismatik, M.E., Tulang  Rusuk, Civita dan Sharing.

Romo Y. Haryoto, SCJ, Para Romo Pembimbing dan Team bukan orang yang luar biasa, mereka hanyalah orang-2 biasa yang menyediakan diri untuk dipakai oleh Tuhan untuk menjadi “penyembuh yang terluka”. Yang luar biasa adalah Tuhan Yesus. Amin.

  • REFERENSI

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


    Parent page: MENGENAL STSM