STSM Makassar Angkatan 7, 17-19 Mei 2013

Puji Tuhan … setelah beberapa waktu lamanya, Retret untuk pasangan Suami Istri STSM kembali diadakan di Makassar. Retret yang diadakan di Baruga Kare, Makassar ini merupakan retret ” Semakin Tua Semakin Manis ” angkatan ke tujuh yang diadakan di Keuskupan Agung Makassar. Selain Romo Tedja Anthara, SCJ yang membawakan retret ini, hadir juga Romo Ignatius Sudaryanto, CICM yang sejak awal setia mendampingi para peserta retret. Berikut adalah beberapa foto kegiatan retret tsb :

Berikut beberapa Kesaksian para peserta retret :

Pasutri HERMAN – KEI

Herman : Kami lebih mengerti bagaimana harus memaafkan dan bersyukur
Kei : Lebih mengerti bagaimana harus memberi kasih sayang kepada anak-anak

———————————-

Pasutri EDO – AGUSTINA

Kami lebih mampu bersosialisasi, kami merasa diterima

—————————–

Pasutri CHANDRA – GINA

Chandra : Mendapat pandangan baru bagaimana cara terbaik membangun relasi dengan pasangan dan anak-anak
Gina : Membuka wawasan bhw Tuhan mampu memperbaiki sesulit apapun masalah yang ada di dalam keluarga/relasi suami istri. Saat Adorasi, sungguh merasakan kehadiran Yesus secara nyata

——————————-

Pasutri SALMON – DEVI

Salmon : Sekarang telah mampu mengampuni secara sungguh-sungguh, bukan hanya di bibir saja
Devi : Karena didikan yang keras, dirinya sangat sulit memaafkan terutama orang2 yg telah menyakitinya. Retret ini telah membuat saya berubah dan saya mau memperbaiki diri

————————–

Pasutri SYPRI – MIRA

Sypri : Awalnya agak skeptis mengikuti retret ini. Namun saat ini, saya mengalami sendiri dimana saya benar-benar MENGAMPUNI
Mira : Melalui retret ini, telah terjadi pemulihan relasi dengan anak

————————

Pasutri MARKUS – MARIA

Retret ini telah membuat kami mampu memaafkan

————————————

Pasutri IVAN – RIANI

Ivan : Saat ini saya telah berani mengatakan ‘maaf’, kata yang sebelumnya tak pernah dikatakannya.
Riani : Merasa bhw kehadirannya dalam retret ini sungguh merupakan karya Tuhan atas dirinya.

————————

Pasutri CHRIS – PIA

Retret ini sungguh membantu bagaimana membangun keluarga Katolik yang ideal. Kami belajar meredam emosi negatif dan menjadi lebih sabar

 

Recent Entries

  • REFERENSI

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *